Personality Plus

Temukan Kepribadianmu lewat legendarisnya buku Personality Plus

Ternyata buat para pembaca buku, nggak genre hanya genre fiksi saja yang dilahap untuk menghabiskan waktu senggang, tapi genre nonfiksi juga bisa dibabat habis dan dijadikan buku favorit yang dibaca berulang-ulang. Selain tambah pengetahuan, baca buku dengan genre non-fiksi juga rasanya lebih realistis dan jauh dari yang namanya berkhayal.

Salah satu buku non fiksi yang bisa kalian masukkan ke list naca adalah buku Personality Plus karya Florence Littauer, walau pun buku ini adalah buku terjemahan yang biasanya bikin pembaca males baca, tapi pembahasan di dalamnya menarik dan wajib banget di baca. Ini adalah salah satu buku legendaris yang kehadirannya di Indonesia cukup popular, terutama dikalangan para intelek penikmat buku sejenis ini.

Buku ini diterbitkan di Negara asalnya sejak tahun 1992, kebayang sudah tua banget buku ini, tapi bahasannya gak pernah menua dan selalu bisa dijadikan topic bahasan yang mengikuti zaman. Pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 1996 dan sampai sekarang terus dibuat cetakkan ulang, kenapa?

Karena buku ini isinya menarik dan wajib banget di baca, terutama buat kaum muda yang masih belum mengerti soal gimana cara mengontrol diri, mengenali bakat diri, dan yang paling penting mengenali diri sendiri. Tahun 2017 ini buku ini masih sering dibicarakan walau pun kehadirannya di toko buku sudah semakin langka, buat kalian yang penasaran dengan isi buku ini tapi belum sempat baca, kita simak saja review soal bukunya!

Personality Plus

Penulis buku ini adalah seorang perempuan yang sudah berkeluarga, punya suami dan tiga anak, dan dari keluarganyalah sang penulis punya inspirasi untuk menulis, bahkan dalam buku Personality Plus anggota keluarganya banyak diceritakan dan dijadikan bahasan, seperti jadi perbandingan misalnya. Jadi, buku ini mengupas habis persoalan seputar kepribadian manusia di seluruh dunia, yap,

di seluruh dunia! Bahasan inilah yang membuat bukunya selalu bisa mengikuti zaman dan gak lapuk di makan waktu. Cara Florence menyampaikan soal kepribadian dalam buku ini juga lebih mudah dimengerti dan sangat simple karena Florence memasukkan contoh-contoh yang realis, dan salah satu yang sering dijadikan contoh-contohnya itu adalah keluarganya sendiri.

 

Ya, Cuma pertanyaan sesederhana itu, namun bahasannya bisa dikupas sampai mendetil, sampai pembaca manggut-manggut mengerti. Florence sendiri sudah pernah merealisasikan ilmunya soal kepribadian tiap orang di dunia lewat pengajaran, konferensi, dan rapat di seluruh Amerika, makanya, buku ini sudah tidak diragukan lagi betapa menyenangkan dan pentingnya topic dalam Personality Plus.